Saturday, 29 June 2013

Setuju atau Tidak Setuju

Expressing agreement and disagrement (mengungkapkan persetujuan dan ketidaksetujuan)

1. Agreement

  • I agree
  • That's right
  • You are right I'm line with you
  • I go long with your opinion

2. Disagreement

  • I don’t agree
  • I disagree
  • Thats wrong
  • I disagree, I'm afraid

Ten Expressions to Use In Speaking And Writing

  1. I'm not sure about that!=Frase  ini cukup sopan dan tidak terlalu langsung dengan mengatakan Anda tidak setuju.
  2. You could be right, but...=Frase ini  cukup sopan dan tidak terlalu langsung dengan mengatakan Anda tidak setuju.
  3. (I'm afraid) I don't agree.=Frase ini  adalah netral. Kami menggunakan 'aku takut' untuk melunakkan dan membuatnya kurang agresif untuk pembicara lain.
  4. I agree up to a point, but..=Frase ini  menunjukkan kesepakatan parsial dengan pembicara lain tetapi keduanya diikuti dengan (berbeda) ide-ide pembicara kedua itu.
  5. That's an interesting idea, but..=Frase ini menunjukkan kesepakatan parsial dengan pembicara lain tetapi keduanya diikuti dengan (berbeda) ide-ide pembicara kedua itu.
  6. Do you really think..?= Frase ini  digunakan untuk mempertanyakan bagaimana pembicara lain benar-benar bisa memikirkan sesuatu yang Anda pikir benar-benar salah.
  7. Rubbish! / Nonsense!=Frase ini  yang mengatakan bahwa pembicara lain benar-benar worng dengan cara yang tumpul sangat langsung.Frase 7 dan 8 yang mengatakan bahwa pembicara lain benar-benar worng dengan cara yang tumpul sangat langsung.
  8. You can't be serious!=Frase ini  yang mengatakan bahwa pembicara lain benar-benar worng dengan cara yang tumpul sangat langsung. Fraseini  yang mengatakan bahwa pembicara lain benar-benar worng dengan cara yang tumpul sangat langsung.
  9. Actually, as a matter of fact. I think..=Cukup Sopan
  10. hat's not how I see it.=Cukup Sopan

Friday, 21 June 2013

Pengertian Metode Portofolio Pendidikan

Portofolio sangat bermanfaat dalam memberikan informasi mengenai kemampuan dan pemahaman anak didik serta memberikan gambaran mengenai sikap dan minat anak didik terhadap pelajaran yang diberikan, juga dapat menunjukkan pencapaian atau peningkatan yang diperoleh anak didik dari proses pembelajaran (Stiggins, 1994 : 20).

Menurut Urip Mulyono pada makalah workshop tanggal 22-23 Oktober 2004 di Yogyakarta menyatakan bahwa model pembelajaran berbasis portofolio adalah suatu inovasi model pembelajaran yang dilandasi beberapa pemikiran sebagai berikut :

1. Empat pilar pendidikan

Seperti arah pendidikan yang dicanangkan oleh UNESCO yaitu learning to know(belajar untuk mengetahui), learning to do(untuk mengerjakan), learning to be (untuk menjadi), learning to live together (untuk hidup bersama). Anak didik diberdayakan agar mampu dan mau berbuat memperkaya pengetahuan belajarnya dengan berinteraksi pada lingkungannya sehingga mampu membangun kepercayaan dirinya.

2. Pandangan Kontruktivitisme

Menurut pandangan ini guru hanya sebagai fasilitator dan menyediakan kondisi agar proses belajar berlangsung lancar dan terarah. Bentuk kondisi kondisi belajar yang sesuai dengan pandangan ini adalah antra lain diskusi, demonstrasi dan peragaan

3. Proses pembelajaran yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi

Menurut Mangkoesapoetra (2004 : 3), melalui model pembelajaran portofolio, selain diupayakan dapat membangkitkan minat belajar anak didik secara aktif, kreatif, juga dapat mengembangkan pemahaman nilai-nilai kemampuan berpartisipasi secara efektif, serta diiringi suatu sikap tanggung jawab.

Jika ingin mengetahui daftar pustaka silahkan hubungi saya di email

Wednesday, 19 June 2013

Expressing admiration (mengungkapkan kekaguman)

talentSuatu Kekaguman bisa diungkapkan dengan What atau How. Artinya alangkah/betapa :

1. What + a/an + adjective + noun singular

  • What a big car!atau What a big car it is! (Alangkah besar mobil itu)
  • What a small ship!atau What a small ship it is(Alangkah kecil kapal itu)

2. What + adjective + nound(plural)

  • What big cars!atau What big cars they are(Alngkah besar mobil mobil itu)

3. How + adjective

  • How big! atau How big it is!
  • How small! atau How small it is!
Ten Expressions to Use In Speaking And Writing are follow as :
  1. He's very good at maths.= Perhatikan dalam mengatakan pujian 'Good at' sesuai karena kemampuannya.
  2. He's a born footballer.=Ini berarti ungkapan kiasan bahwa dia dilahirkan untuk bermain sepak bola.
  3. She's a great dancer. She's a natural. = Kagum kepada bakat alam pada sesuatu yang sangat positif.
  4. She's head and shoulders above the rest.=Suatu Gambaran  ini menunjukkan dia menonjol, jadi lebih baik.
  5. She's a first rate teacher.=  Suatu kekaguman dimana Lebih baik untuk menjadi tingkat pertama dari tingkat kedua atau ketiga!
  6. He's in a class of his own.=Ini berarti tidak ada dekat dengan kemampuannya, paling menguasai tidak ada saingan.
  7. He's got a natural talent for sports.= Ini adalah versi lain seperti versi 3.
  8. She can do it in her sleep. = Kiasan  bahwa saking begitu baiknya dia bahkan dapat melakukan tertidur. Tentu keadaan aslinya tidak lah demikian
  9. No-one comes close to him as a painter. Ini adalah versi yang lebih kuat dari 4 dan 6.
  10. As a driver, he's one of a kind.=Ini berarti ia adalah unik, seperti di 6.

Monday, 17 June 2013

Expressing Hope (mengungkapakan haraPan) Cerah Hari

sKetika kita berbicara tentang sesuatu di masa depan yang kita inginkan tapi mungkin itu terjadi atau  tidak akan terjadi, anda menggunakan beberapa frase.

  • I hope..
  • I expect
  • I hope she will be better soon

Ketika kita berbicara tentang sesuatu di masa depan yang kita inginkan tapi mungkin itu tidak akan terjadi, kami menggunakan beberapa frase. Berikut ini sepuluh dari mereka. Sepuluh Ekspresi Menggunakan Dalam Berbicara Dan Menulis

  1. I hope it's sunny tomorrow =Frase ini   mengatakan bahwa pembicara ingin cuaca cerah besok dan bahwa dia berpikir mungkin terjadi.
  2. I'm hoping it'll be sunny tomorrow.=Frase ini    mengatakan bahwa pembicara ingin cuaca cerah besok dan bahwa dia berpikir mungkin terjadi.
  3. Hopefully, it'll be sunny tomorrow.= Frase ini  mengatakan bahwa pembicara ingin cuaca cerah besok dan bahwa dia berpikir mungkin terjadi.
  4. Let's hope it's sunny tomorrow.= mengatakan bahwa pembicara menginginkan cuaca cerah dan ia berpikir bahwa semua orang ingin cuaca cerah juga.
  5. Here's hoping we have a sunny day.
  6. If we're lucky, it'll be sunny tomorrow.= bahwa pembicara menginginkan hari yang cerah tapi itu sangat mungkin bahwa hujan akan turun.
  7. With any luck, it'll be sunny tomorrow.=bahwa pembicara menginginkan hari yang cerah tapi itu sangat mungkin bahwa hujan akan turun.
  8. I wish / If only it would be sunny...=mungkin akan hujan tetapi pembicara masih ingin hal itu terjadi cerah.
  9. I'm keeping my fingers crossed for...=Frase  mengatakan bahwa pembicara menginginkan hari yang cerah dan bahwa ia tidak akan siap jika hujan.
  10. I'm (really) counting on it being sunny= Frase   mengatakan bahwa pembicara benar-benar membutuhkan cuaca cerah. Jika hujan itu akan menjadi bencana.

Sunday, 16 June 2013

Managemen Kontrol di Rumah SaKit

terbaruTak diragukan lagi bahwasanya apa yang dihadapi oleh pimpinan rumah sakit di dunia telah berubah, sedang berubah dan akan terus berubah. Sifat dinamis pelayanan kesehatan akhir akhir ini adalah sebagai hadiah dan juga tantangan bagi orang yang akan memimpin organisasi pelayan kesehatan tersebut. Adanya pengetahuan tentang managemen dimana merupakan suatu displin ilmu yang dinasmis yang akan mampu menyiapkan dalam menangangi dinamika yang selalu berubah yang pasti anda hadapi. Anda harus tahu artinya menjadi seorang manager atau kepala bagian dalam menghadapi perubahan perubahan tersebut.. Hal ini berlaku bagi anda diseluruh bagian baik di pelayanan maupun penunjang medis. Mereka harus dapat memadukan teori dan penerapan ilmu managemen rumah sakit.  Konsep managemen yang dilakukan harus berorientasi pada kemajuan rumah sakit tidak hanya melulu rutinitas pekerjaan.

Apa yang perlu anda lakukan adalah menyadari  bahwa bahwa rumah sakit adalah suatu tempat yang ramai. Dalam dunia medis yang mempunyai resiko tinggi , dimana suati kesalahan kecil dapat berarti fatal bahkan bisa menjadikan nyawa pasien tidak dapat terselamatkan.. Di era tehnologi informasi memang sudah kian maju dimana melalui penggunaan jaringan baik kabel atau nirkabel, scanner barcode, stasiun dekstop dan database intranet dari informasi pelayanan pasien sudah dapat berjalan otomatis  sehingga sangat membantu dalam proses managemen alur pelayanan rumah sakit . Waktu yang kian singkat dalam mengakses informasi pasien oleh masing masing bagian sangat menunjang pelayanan perwatan seorang pasien. Dalam waktu yang sama bagian perawat dan apotik sudah bisa diagnosa yang diinput oleh dokter. Pelayanan pun akan menjadi relatif lebih cepat dan tepat. bayangkan jika dahulu sebelum ditemukan tehnologi jaringan dimana data rekam medis yang tertulis di buku rekam medis harus dibwa oleh seorang pekarya untuk dibawa ke bagian bagian tertentu. Sangat tidak efisien dalam hal waktu dan tenaga. Adanya database yang mampu untuk mempunyai semua info pasien secara elektronik dengan sekali klik, tak ada lagi coretan hilang atau kesalahan obat karena resep dokter yang tidak terbaca karena salah membaca tulisan resep oleh apoteker. Namun demikian kemampian managerial masih diperlukan sebagai kontroling dari kegiatan kegiatan tesrsebut agar berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu seorang manager atau kepala bagian harus benar benar waspada dan tidak boleh lengah dalam mengelola pekerjaan karyawan masing masing dalam menjalankan sistem tersebut

Saturday, 15 June 2013

Portofolio : Memilih & Mengumpulkan informasi masalah untuk kajian di kelas

Apabila masing-masing kelompok kecil telah cukup informasi mengenai masalahnya , maka kelas hendaknya memilih satu masalah atas dasar suara terbanyak yaitu masalah yang akan dijadikan kajian kelas. Kegiatan tersebut meliputi langkah-langkah yaitu membuat daftar masalah, melakukan pemungutan suara I ( untuk menentukan 3 masalah) , melakukan pemungutan suara II ( untuk menentukan 1 masalah dari masalah hasil pemungutan suara I) .

Tahap kedua yang dilakukan dalam implementasi portofolio yaitu kegiatan identifikasi masalah. Pada tahap ini guru kelas membagi siswa di kelas IV untuk membentuk kelompok yang masing-masing terdiri dari 2 atau 3 siswa. Setelah dibagi kemudian siswa dikumpulkan menurut kelompoknya. Setelah masing-masing kelompok berkumpul kepada kelompoknya masing-masing kemudian pada kesempatan itu guru memberikan pokok tema yang akan dijadikan bahan kegiatan. Pokok tema yang diambil yaitu Perilaku Hidup Sehat. Guru memberikan tugas kepada kelompok siswa untuk mengidentifikasi masalah dari tema diatas dari kejadian-kejadian di lingkungan siswa , berita TV, Radio, Koran, Majalah. Siswa diberi tugas menemukan 1 masalah atau lebih. Pada hari berikutnya kelompok siswa yang sudah menemukan masalah yang mereka identifikasi. Kelompok-kelompok kemudian bermusyawarah di dalam kelompoknya masing-masing sehingga satu kelompok mempunyai satu tema yang akan diajukan di kelas. Dari hasil observasi terdapat 10 kelompok dengan 10 masalah yang akan diajukan di kelas yang ditampilkan sebagi berikut :

Kelompok 1 = Remaja yang banyak bermabuk-mabukkan.

Kelompok 2 = Lingkungan sekolah yang kotor

Kelompok 3 = Warga masyarakat yang suka pergi ke dukun bila sakit

Kelompok 4 = Membuang sampah Sembarangan

Kelompok 5 = Makanan Kurang Sehat dari penjual keliling

Kelompok 6 =Anak Sekolah Yang Merokok

Kelompok 7 = Sampah bekas bungkus makanan kecil berserakan dimana-mana

Kelompok 8 = Pencoret-coretan tembok di tempat umum.

Kelompok 9 = Penyakit demam berdarah

Kelompok 10= Kurang memadainya MCK di wilayah Legundi

Tahap selanjutnya kelompok-kelompok murid dengan dibantu panduan guru akan memilih masalah yang akan dijadikan kajian kelas. Setiap permasalahan kemudian ditawarkan kepada semua murid. Guru satu persatu membacakan tema-tema dari masing-masing kelompok. Guru menawarkan diadakan musyawarah antar kelompok. Akhirnya secara mufakat dipilih satu masalah yaitu Membuang sampah sembarangan. Guru kelas kemudian membimbing dengan memberi arahan dan penjelasan tentang masalah yang telah disetujui. Hal ini agar siswa benar-benar dapat memahami betul permasalahan yang akan dikaji.

Friday, 14 June 2013

Mitos Terbaru : Indonesia Telah dijajah Lebih dari 350 Tahun, Ini Ulasannya

belandaSaat ini banyak perbedaan pendapat berapa lama Indonesia di jajah Belanda. Mitos yang selama ini disampaikan di buku buku sejarah adalah Belanda mulai menjajah Indonesia bersamaan dengan berdirinya VOC pada 1602?    Ada pula versi yang mengatakan penjajahan dimulai pada 1596, ketika kakak beradik De Houtman tiba di Banten. Tapi itu pun sulit disebut sebagai awal penjajahan Belanda, karena Cornelis de Houtman cuma melakukan penjajakan. Belanda belum benar-benar menjajah.  Banyak versi yang menetang bawhwa belanda tidak benar benar menjajah Indonesia selama itu. Namun essensinya tidak melulu hitungan angka tapi makna bahwa kita sudah diajajh cukup lama oleh bangsa Belanda atau Netherland.

Fakta selanjutnya adalah selain Banten, Jakarta dan Maluku, Belanda bertahap menundukkan wilayah-wilayah Nusantara. Kebanyakan baru berlangsung pada abad ke-20 ketika kolonialismenya bercorak Politik Etis. Sisi lain Politik Etis yang bertujuan mendidik kaum inlanders, oleh orang Belanda disebut sebagai pacificatie, gampangnya penaklukan wilayah-wilayah luar Jawa. Aceh baru ditaklukkan pada 1904 –bahkan Belanda baru sepenuhnya berkuasa pada 1912–, dan Bali dikuasai pada 1906. Dengan begitu Aceh maksimal dijajah Belanda selama 38 tahun dan Bali selama 36 tahun.. Kita tidak bisa pukul rata bahwa seluruh wilayah Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun. Halk ini perlu dikaji agar sebagai aanak bangsa yang menghargai jasa pahlawan pahlaawannya jangan samapai  keliru memahami perjuangan rakyat Daerah Istimewa Aceh dan Wilayah Bali yang mempertahankan wilayahnya sekuat tenaga dari pendudukan Belanda. Jangan sampai salah memaknai kepahlawanan Tjoet Njak Dien, karena dia mati-matian mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Aceh hanya karena mitos tersbut . 

Dalam bsebuah buku  Bukan 350 Tahun Dijajah , seorang penulis buku G.J Resink ahli hukum keturunan  Belanda mengkaji kembali fakta historis kedudukan Hindia Belanda di Indonesia pada kurun abad ke-19 hingga ke-20. Lewat berbagai bukti, Resink secara jelas dan terperinci meluruskan salah kaprah atau salah yang lumarah  yang kerap dikemukakan orang tentang masa kekuasaan kolonialisme Belanda di Indonesia.
Menurutnya, berlarut-larutnya mitos penjajahan selama 350 tahun karena 'kemalasan' para sejarawan mencari sumber-sumber sejarah baru. Kebanyakan peneliti sejarah hanya mengofirmasi tulisan pada buku sejarah yang terbit di zaman tersebut yang sebenarnya kala itu dibuat untuk kepentingan pemerintah kolonial. Resink menganjurkan pembaca lebih kritis membaca mitos penjajahan selama kurun waktu itu. Hal ini jarena masih banyak  kerajaan-kerajaan yang ada di kepulauan Nusantara  . Dimana masing-masing kerajaan, memiliki hubungan politik dan hukum yang berbeda dengan penguasa kolonial Hindia Belanda.tidak melulu dikuasai atau dijajajh belanda.

Namun terlepas dari pernghargaaan upaya pembenaran sejarah tersebut, Ada fakta baru yang bisa mendukung mitos penjajahan Belanda selama itu adalah yang ditemukan pada mulai tanggal 7 Juni 2013 bahwa indonesia telah dijajah selama 350 tahun + 90 menit (2 menit Injury time) di Gelora Bung Karno. Yaitu kalah 0 -3 dalam pertandingan timnas vs trimnas Belanda.  ..,..tapi tetap Bravo Timnas Indonesia  Smile